Jual Pesona Saat Wawancara

Standar

Sumber : Berbagai Sumber
Koleksi Artikel dari Biasawae Community
Copyleft 2004 biasawae.com

Melamar pekerjaan sama halnya dengan maju ke medan perang. Pelamar harus memiliki strategi jitu agar menjadi pemenang untuk mendapatkan pekerjaan yang diidamkan. Makanya anda yang saat ini sedang sibuk mencari peluang dan kesempatan kerja harus mengatur strategi agar jadi pemenang.

Strategi pertama yang harus anda lakukan sebelum melamar kerja adalah fokuskan perhatian anda hanya pada pekerjaan yang anda inginkan. So, setiap membaca lowongan pekerjaan, jangan langsung melamar. Tanyakanlah pada diri sendiri apakah pekerjaan itu yang anda
inginkan? Apakah anda cukup menguasai pekerjaan yang ditawarkan? Mampukah anda melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai standar perusahaan yang akan dilamar?
Dalam menjawab pertanyaan tersebut jujurlah menilai diri sendiri. Bila jawaban anda positif, silahkan melamar pekerjaan tersebut. Tapi bila tidak, jangan melamar pekerjaan itu agar anda terhindar dari lamaran yang sia-sia. Atau paling tidak kelak jika anda lolos seleksi anda nggak akan banyak menemukan kesulitan.

Setiap kali membaca lowongan kerja, entah itu di surat kabar atau internet, hati-hati! Jangan mudah terjebak oleh lowongan kerja yang bombastis dan muluk. Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang pekerjaan tersebut. Sumber yang paling pas adalah manajer yang menangani divisi pekerjaan yang ditawarkan. Atau teman anda yang bekerja di bidang tersebut.

Jika anda sudah merasa cukup informasi tentang peluang kerja yang ada, kirimkan lamaran anda. Nah, kalau anda dipanggil untuk wawancara, inilah saatnya anda maju ke medan perang. Persiapkan diri sebaik mungkin. Pelajari informasi tentang perusahaan yang memanggil anda. Kalau bisa kumpulkan data tentang hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan dan pekerjaan yang ditawarkan. Hal ini akan sangat membantu anda saat
wawancara berlangsung.

Satu hal yang sangat penting saat wawancara adalah ‘jangan ragu untuk menjual pesona anda!’. Anggaplah ruang wawancara sebagai arena untuk mempertontonkan kehebatan dan kemampuan anda. Eksploitasikan kemampuan berbicara dan kecerdasan anda. Tetapi tetap kendalikan emosi, jangan terjebak pada kesan ‘sok pamer’. Tunjukkan sikap yang profesional
dan berwibawa. Buatlah agar pewawancara ‘terpesona abis’ pada anda saat anda melenggang keluar ruangan. Ingat, simpati merupakan hal penting yang mempengaruhi keputusan selanjutnya.

Setelah wawancara nantikan kabar selanjutnya dengan tenang. Bersiaplah untuk dua kemungkinan, diterima atau tidak diterima. Jika anda diterima tunjukkan kegembiraan anda dengan wajar, jangan terlalu meluap-luap. Jangan lupa ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pada anda.

Selanjutnya, jika anda mulai menandatangani perjanjian kerja, simaklah surat perjanjian itu dengan cermat. Jangan langsung menandatangai surat perjanjian tersebut, pelajari lebih dulu dengan seksama. Jangan ragu menanyakan hal-hal yang belum anda mengerti yang tercantum pada surat tersebut. Jika anda sudah yakin bahwa perjanjian tersebut memuaskan
anda, tanda tangani surat itu.

Tapi jika anda tidak diterima, nggak perlu kecewa secara berlebihan. Yakin deh kalau nggak diterima di tempat itu anda masih punya kesempatan di tempat lain.

Selamat bertempur..!

4 responses »

    • 🙂 ketika langit menjadi batas maka tidak pernah akan ada kata cukup… betul begitu?
      yang penting berkah n bermanfaat bagi orang disekitar plus bersyukur…

      oh yaa.. 2010 da deket nih.. banyak lowongan loh..
      selamat hunting n sukses yaa

      • yup, penting banget tuh bermanfaat tak hanya tuk diri sendiri tapi juga tuk orang lain + syukur selalu atas suka maupun duka.

        Langit hanya menjadi batas untuk mata kepala, karena keterbatasan pandangnya. Sedangkan mata hati dan harap lah yang harus terus diasah hingga tiada batas…kecuali takdir sebagai ketentuan-NYA.

        Salam sukses juga tuk Boci, trims ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s