Biar Racun Tidak Menyebar

Standar

 

Dua orang pramuka baru, si Andi dan Doni, mengikuti persami di hutan di temani seorang pembinanya. Saat disuruh mencari kayu bakar, tiba-tiba Andi berlari menghampiri pembinanya yang sedang menyiapkan api unggun.

Andi : “MAS, LAPOR MAS!!!” (sambil setengah berteriak)

Pembina : “Ada apa Andi???”

Andi : “SI DONI DIPATOK ULAR MAS!!!”

Pembina : “APA???!!! Cepat kamu berikan pertolongan pertama, dengan mengikat bagian tubuhnya yang di gigit ular itu dengan tali. Ikatnya yang kencang, biar racunnya tidak menyebar. Saya akan mencari bantuan di warga sekitar.

Kemudian Andi berlari menuju Doni sambil membawa seutas tali pramuka. Tak lama kemudian ia kembali ke pembinanya.

Andi : “MAS, LAPOR MAS!!!”

Pembina : “Tenang saja Andi, seorang dokter sudah menuju kemari.”

Andi : “Terlambat mas, si Doni sudah meninggal dunia.”

Pembina : “APA??!!! (agak shock mendengarnya) . Apa kamu sudah melakukan pertolongan pertama yang saya suruh???”

Andi : “Sudah mas, bahkan wajahnya sampai biru.”

Pembina : “Kok wajahnya sampai membiru.”

Andi : “Iya, kan yang digigit tuh lehernya, saya ikat aja pake tali sampe kencang, biar tuh racun nggak menyebar ke kepalanya. Eh si Doni gak lama kemudian malah meninggal.”

Pembina : “Busyettt dah…??!!!! “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s