PROPOSAL CINTA

Standar

Mungkin, inilah saatnya bagi diriku tuk membuat Proposal Cinta.

Sebelumnya, hamba mohon ampunan-MU, ya Rabb….. Karena telah menutup diri atas seorang hamba-MU yang (mungkin) seorang pria saleh. Sungguh Engkau Maha Mengetahui apa yang ada di hati dan pikiran hamba, mengapa hamba menolaknya. Semoga dia tak menyimpan sakit hati, sehingga Engkau menghukum hamba kini. Mohon ampunanMU, ya Allah. Tolong dekatkan hamba dengan jodoh hamba.

Jika pria boleh memilih pasangan hidupnya, maka ijinkan aku (wanita) memilih pasanganku jua. Bukan aku pemilih, tapi kuingin mendapatkan yang terpilih – Pilihan Hati. Bukan terpaksa memilih yang ada. Bukan, bukan aku tinggi hati. Ataupun terlalu percaya diri. Karena kuasa Allah di atas segalanya.

Satu persatu, butiran cinta kutaruh dalam genggaman. Tak bosan ku jungkir balikkan jam pasir, berulang. Sebagai penanda waktu, berapa lama setiap butir cinta bertahan dalam genggaman.

Malang tak dapat ditolak. Aku yang salah tak membawa wadah. Tak rapat menggenggam, hingga setiap butir cinta tergelincir dari sela-sela jemari. Ku hanya menggenggam udara kosong. Sekosong harapanku kini. Sehampa tabung bagian atas dari jam pasir, karena butir pasir terakhir telah lama menggelincir di leher tabung, menuju tabung yang di bawah. Perlukah kubalikkan kembali jam pasir ? Namun, tuk mengukur apa ?

Kurasa, nasehat Bokap ada benarnya. Ini diperkuat lagi oleh sebuah tulisan yang kubaca kemarin. Walaupun saat ini belum ada pasangan, siapkanlah diri untuk menikah. Jadi, ketika kesempatan itu tiba…….aku siap menyambutnya. Ya, aku harus hijrah dari keadaanku sekarang. Menyetting ulang hati dan pikiran. Mungkin, ini pula faktor penghambat aku belum mendapat jodoh, karena aku meragukan diri sendiri. Betapa kuat tarik-menarik antara keinginan ingin segera menikah dan penolakan atas keinginan tersebut. Lihatlah ! Diriku bergelut dengan dirinya sendiri.

Temanku heran, mengapa diriku belum berjodoh juga : Apa yang salah ? Seorang teman yang senior secara usia mengatakan, “Kamu cantik, multi talented, sopan dan menyenangkan, serta berpenghasilan. Kenapa bisa begini ?” Well, aku sendiri bingung kok. Jodoh itu misteri, ya ?

Seorang teman lainnya berasumsi –  karena aku tipikal wanita mandiri dan tangguh, sehingga membuat pria berpikir bahwa aku tidak membutuhkan mereka. Ego kepahlawanan seorang pria – rasa dibutuhkan oleh wanita, seolah terabaikan olehku jika aku di sisi pria…..begitu ungkap si teman. Fiuh, belum melihat lebih dekat….yah mana pria-pria itu tau seperti apa aku sesungguhnya. Aku tidak mau membunuh karakterku, demi menjadi pribadi lain untuk bisa bersama dengan seorang pria. Jika hal negatif dari diriku yang ingin diubah – aku bersedia berubah demi kebaikan. Toh, hubungan yang dibina itu dilakukan oleh dua orang yang (mungkin) berbeda : latar belakang budaya, sosial, pendidikan, dsb. Karena itu, dibutuhkan peran serta komunikasi dan kompromi untuk meleburkan ego pribadi. Salahkah, jika aku menjadi wanita mandiri ? Kehidupan yang menempaku demikian. Lantas, haruskah kusalahkan kehidupan ? Tentu tidak, bersyukur aku atas segala apa yang telah terjadi – baik dan buruk. Inilah karunia Allah Swt untukku.

Andai ada Detektif Cinta yang dapat disewa untuk menemukan jodoh, mungkin aku sudah memakai jasanya. Aku suka kisah misteri yang melibatkan Detektif, tapi misteri cintaku tak meninggalkan petunjuk untuk dilacak.

Daripada pusing mikirin misteri cinta, mending aku bikin Proposal Cinta :

  1. Mendoktrin dan menyemangati diri sendiri. Pengennya sih, menuliskan besar-besar kalimat “Menikah tahun ini” di karton, trus ditempel di kamar en kubikelku di kantor. Tapi nggak mungkin deh, nanti aku ditertawai. Ya udah, gini aja : setiap bangun pagi en setiap bercermin, aku tersenyum manis sambil bilang “Hai, cantik. Kamu akan menikah tahun ini, amin”.
  2. Meluaskan pergaulan. Emang nih, belakangan ini aku menghilang dari teman-teman. Abisnya, mereka sibuk sendiri sih…….aku pun menyibukkan diri sendiri juga. Biar impas, hehe. Oke, sudah cukup bertapanya. Saatnya turun gunung, nih.
  3. Bersyukur selalu, bertasbih, berdoa dan berusaha.
  4. Pasrah. Jika memang belum mendapat jodoh di dunia, mungkin Allah Swt telah menyiapkannya di akhirat.

 

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Mudahkanlah segala urusan hamba, peliharalah segala kepentingan hamba, ya Allah….Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Hanya kepadaMU hamba memohon dan berserah diri, Engkau Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui mana yang terbaik untuk hamba. Jika memang ini ujian untuk hamba, ijinkan hamba naik kelas, ya Rabb….. Tak ada cobaan yang Engkau berikan, melainkan sesuai kemampuan hambaMU. Hamba mohon petunjuk dan bimbinganMU. Amiiiin………

4 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s