HADIAH UTAMA

Standar

Yup, hadiah utama. Inilah nama jalan (calon) kantor baruku, jika aku diterima bekerja di situ. Mungkin pula, pekerjaan baru itu adalah hadiah utama dalam jalan hidupku.

Aku, si penggila buku. Writer wanna be… Hingga beneran sudah menerbitkan beberapa buku. Pengkhayal yang romantis. Pembelajar tiada henti. Akan banting stir, dari teknokrat menjadi pelaku seni kreatif – artist, seniman…

Hmm, akankah banyak terlahir karya sastra dari diriku kelak ? Sebagaimana khayalanku dulu, produktivitas menulisku akan deras mengalir jika aku bekerja di lini penerbitan dan sebangsanya. Kini, kesempatan itu hanya menghitung minggu. 2 minggu lagi akan kudapat kepastiannya.

Pagi tadi, lagi-lagi aku bersaing dengan pria dalam wawancara kerja untuk posisi ini. Wawancara panel. Bedanya, kali ini yang diwawancarailah yang dipanel, bukan pewawancaranya yang panel. Hehe, cukup unik. Alasannya, si pewawancara ada meeting setelah sesi wawancara ini. Jadi, wawancara sekaligus dengan 2 aplikan. Seru juga sih.

Janji wawancara jam 10 pagi. Setengah jam sebelumnya aku telah tiba. Kantornya di perumahan. Terdengar orang sedang memasak, hihi berasa kayak di rumah aja deh. Tak lama kemudian, datang seorang wanita muda menghampiriku. Menyapaku dan berjabat tangan. Dialah calon atasanku. Dalam balutan baju casual dan tanpa make up, benar-benar seperti bukan berada di sebuah kantor, huh ? Kontras dengan penampilanku. Berbalut kemeja putih lengan panjang lengkap dengan blazer dan celana panjang dalam nuansa warna abu-abu. Tas kerja berwarna senada. Sepatu pantofel hitam. What a perfect choice, right ?

Weks, 30 menit menunggu di ruang tanpa AC dengan pakaian seperti itu. Gerah, boo ! Mending baca buku aja buat mengalihkan rasa gerah. Sreet, ambil buku dari dalam tas. Hehe, ga manjur juga sih jurus ini, biarin aja deh.

Akhirnya, dipanggil ke ruang interview yang ber-AC. Basa-basi bentaran, trus disuruh ngisi form. Ga lama kemudian datanglah sainganku, cowok itu duduk di sampingku sambil ngisi form yang sama. Kelar dengan mengisi form. Interview dimulai.

Aku dan cowok itu bergantian menjawab pertanyaan. Interview mengalir menyenangkan. Nampaknya aku sukses mempesona si pewawancara (calon atasanku). Terlihat bahwa apa yang kusampaikan dan caraku menyampaikan telah mengusik emosinya. Matanya sedikit berkaca-kaca dan terlihat gelora yang membuncah, menyesakkan dadanya. Suaranya bergetar tuk beberapa saat. Dia berusaha mengendalikan dirinya.

“Hei, ada apa dengannya ?”, tatapku penuh selidik. Aku tidak sedang bercerita hal menyedihkan, mengapa dia seperti orang yang mau menangis ya ?

Sesaat kemudian, dari kalimat-kalimat yang meluncur dari bibirnya, aku tau mengapa dia jadi seperti itu tadi. Kusimpulkan, dia merasa menemukan sesuatu yang berharga di diriku. Dan sesuatu itu adalah yang dibutuhkannya, dia ingin mengeksplorasinya. Well, mungkin dia seperti menemukan mutiara yang hilang, kali ya ? Hehe…

Andaikan, audisi mencari pasangan hidup dilakukan dalam sebuah wawancara. Dan aku sanggup mempesona seperti tadi, mungkin aku telah memenangkan sebuah hati ya ? (ngayal.com)

Oya, si cowok sainganku itu cukup qualified juga kok. Nampaknya, si pewawancara akan bingung mau memilih yang mana. Karena posisi ini hanya membutuhkan 1 orang. Biarlah, biar Allah yang menentukan.

Tak terasa, wawancara usai pada pukul 13.30 wib. Kami diajak berkenalan dengan staf yang ada di sana. Lalu diajak lunch prasmanan, masih di dalam kantor itu. Oh, rupanya kantor ini memiliki ruang makan dan ada seorang Bibi yang memasakkan makanan untuk semua pegawai. Bener-bener berasa di rumah dan terasa kekeluargaannya. Oya, di ruang makan ini juga bisa sambil nonton TV. Nyaman deh tempatnya. Aku juga cepat akrab dengan calon atasanku itu. Kami sempat ngobrol santai sesudah lunch tadi. What a wonderful day…..Alhamdulillah

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s