“Writer’s Block” (5) : Paul MacLean dan Kebuntuan-Internal Menulis

Standar

Oleh : Hernowo Hasim

“Kami percaya bahwa belajar adalah proyek sepanjang hayat yang dapat dilakukan orang dengan penuh ceria dan sukses. Kami percaya bahwa keseluruhan kepribadian sangat penting—intelek, fisik, dan emosi. Kami percaya bahwa harga diri yang tinggi adalah unsur pokok dalam membentuk pelajar yang sehat dan bahagia. Untuk mendukung falsafah ini, kamu berusaha menciptakan lingkungan belajar yang membuat mereka merasa penting, aman, dan MENYENANGKAN,” tulis DePorter dan Hernacki dalam Quantum Learning.

Saya mencantumkan kata-kata tersebut di sampul belakang buku paling-laris, Menjadi Guru yang Mau dan Mampu Mengajar secara Menyenangkan, yang saya ciptakan pada Februari 2005. Jika tak salah kutip, buku tersebut sudah dicetak melebihi cetakan yang ketujuh dan, sekitar tahun 2007, buku tersebut bertengger di “Pustaka Loka” Kompas menjadi buku panduan yang paling banyak dibeli orang pada saat itu. Saya memang menciptakan buku itu dengan perasaan MENYENANGKAN.

Membaca dan, lebih-lebih, menulis adalah kegiatan belajar yang luar biasa. Lewat membaca, seseorang berusaha memahami hal-hal baru dan kemudian mencoba menggantikan atau menambah pengalaman lama yang sudah tersimpan di dalam dirinya dengan pengalaman baru yang didapatnya dari membaca. Proses pergantian dan penambahan itu bukan terjadi begitu saja. Proses tersebut harus disertai dengan transformasi diri yang luar biasa. Sulit saya mengisahkan tentang transformasi tersebut.

Lewat menulis, seseorang didorong untuk menunjukkan hasil-hasil transformasi diri yang luar biasa itu. Jika dia tak berhasil merumuskannya secara tertulis, sesungguhnya transfromasi diri belum terjadi. Ada kemungkinan, orang tersebut sudah mengalami transformasi, namun transformasi ini bisa hilang gara-gara belum dikonstruksi atau “diikat” menjadi bangunan yang sangat kuat dan jelas. Dalam kaitan ini, betapa beruntungnya diri saya yang memiliki “mengikat makna” karena dengan “mengikat makna” segala proses yang pelik itu menjadi dapat saya tempuh berkali-kali dengan sangat MENYENANGKAN.

Adalah Paul MacLean yang berjasa mengukuhkan diri saya untuk menggunakan “mengikat makna” sesuai dengan cara bekerjanya otak manusia. Menurut MacLean, struktur otak kita itu terdiri atas tiga bangunan (lihat gambar di atas). “Triune brain” demikian MacLean menyebutnya. Otak paling bawah disebut otak reptilia (kadal, komodo, dan sebangsangnya memiliki otak ini). Otak ini sangat bermanfaat bagi manusia karena membuat manusia dapat menjalankan insting, mempertahankan hidup (bernafas, misalnya), dan mengembangkan spesies. Hanya, inilah otak terendah dalam heirarki “triune brain”.

Di atasnya ada otak tengah (midbrain) yang di dalamnya ada sistem limbik yang mengatur emosi. Kita tahu, dengan otak inilah kita dapat merasakan kesedihan dan kebahagiaan. Di sinilah terletak apa yang saya sebut berkali-kali di atas: MENYENANGKAN. Daniel Goleman telah mengeksplorasi kemampuan otak tengah ini secara luar biasa. Dan, di atas otak ini ada otak paling hebat , yaitu otak bahasa. Dalam bahasa akademis otak ini disebut neokorteks. Hanya, bekerjanya otak ini ternyata bergantuang pada otak tengah atau, dalam bahasa awam, bergantung pada “suasana hati”.

MacLean menunjukkan kepada kita bagaimana hubungan ketiga jenis otak tersebut. Menurutnya, apabila Anda menulis dalam suasana emosi yang negatif (terbebani, tertekan, terancam, dan semacamnya), Anda akan menulis dengan menggunakan otak yang paling rendah alias otak kadal. Namun, jika Anda berhasil mengubah emosi yang negatif menjadi emosi yang positif (ini “suasana hati” dalam keadaan yang MENYANGKAN), insya Allah Anda dimungkinkan untuk menjalankan kegiatan menulis dengan menggunakan otak paling dahsyat: neokorteks!

Jadi, And a tahu sekarang bagaimana cara mengatasi kebuntuan-internal menulis ala Paul MacLean kan?[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s