”Writer’s Block” (1): Sukses Menjadi Penulis yang Produktif dan Kreatif ?

Standar

Oleh : Hernowo Hasim

Setiap kali menjadi instruktur di sebuah pelatihan menulis, saya lebih suka untuk membahas dan, tentu saja, memecahkan pelbagai masalah atau hambatan/kebuntuan yang dialami seorang penulis. Seperti pernah saya sampaikan di ”Writing Experiences (8)” bahwa konsep ”mengikat makna” saya ciptakan dengan maksud untuk memecahkan pelbagai masalah yang saya hadapi ketika saya terbelenggu oleh kegiatan membaca dan menulis yang memperdaya atau menyiksa saya.

Ketika usia melewati 40 tahun, saya dapat memasuki dunia baca-tulis secara sangat mengasyikkan lantaran setiap kali saya menghadapi masalah baca-tulis yang menekan diri saya, setiap kali itu pula saya segera memecahkannya dengan menggunakan ”mengikat makna”. Saya kemudian tidak saja berhasil mengatasi pelbagai macam rintangan membaca dan menulis, tetapi ”mengikat makna” pun membukakan pintu gerbang untuk saya agar saya dapat mereguk sepuasnya pelbagai manfaat yang disebarkan oleh kegiatan membaca dan menulis.

Saya biasa membagi hambatan atau masalah yang dihadapi oleh serorang penulis menjadi dua: internal dan eksternal. Masalah internal adalah masalah yang berada di atau berasal dari dalam diri si penulis; sementara itu, masalah eksternal adalah masalah yang diciptakan oleh sesuatu yang berada di luar diri si penulis—biasanya ini kemudian menjelma menjadi aturan, kaidah, persyaratan, tata tertib, dsb. Menurut pengalaman saya, masalah internal kebanyakan bersifat nonteknis dan masalah eksternal kebanyakan bersifat teknis.

Merujuk ke pengalaman saya, biasanya, memecahkan masalah internal lebih sulit ketimbang memecahkan masalah eksternal. Juga, ketika kita sudah dapat memecahkan masalah eksternal tetapi masalah internal belum dapat kita pecahkan secara tuntas, sesungguhnya kita tetap masih berada di kubangan ”writer’s block”. Artinya, memecahkan masalah eksternal tidak akan membuat kita nyaman dan berhasil menulis apabila masalah internal belum kita pecahkan. Memecahkan masalah internal harus didahulukan sebelum memecahkan masalah eksternal.

Rupanya, tak sedikit para peserta pelatihan menulis yang saya ampu yang—saya tidak tahu apakah ini sengaja atau tidak sengaja—membiarkan begitu saja hambatan-hambatan menulis yang dialaminya. Rata-rata dari mereka tidak tahu jika yang dialaminya itu adalah hambatan menulis. Bahkan, kadang, malah ada yang mencampuradukkan antara hambatan menulis dan hambatan lain yang tidak terkait dengan kegiatan menulis. Juga terkait dengan adanya dua masalah menulis yang berasal dari dalam dirinya (internal) dan dari luar dirinya (eksternal), rata-rata para peserta menulis itu pun tidak tahu.

Saya akan mencoba membagikan pengalaman saya dalam memecahkan ”writer’s block” ini di tulisan-tulisan saya ke depan. Tentu, saya akan lebih menekankan tulisan yang bersifat praktis yang bisa langsung diterapkan atau dimanfaatkan dalam sebuah pelatihan menulis. Sembari menyingkap detail-detail ”writer’s block” baik yang bersifat internal maupun eksternal, saya akan menunjukkan kepada Anda bahwa apabila kita berhasil memahami ”writer’s block” ini dan kemudian ada kemauan untuk memecahkannya, insya Allah Anda akan menjadi penulis (dan pembaca) sukses.[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s