5th Anniversary

Standar

Woow…..Ga berasa udah 5 tahun aku bekerja di perusahaan ini.

FLASH BACK

Teringat hari pertama bekerja dulu, dikerjain ma pemegang jabatan ini yang sebelumnya. Dan beberapa staf cewek yang nyuekin aku, karena solidaritas kepada rekannya yang posisinya kududuki. Coz, hari pertama aku masuk….si mbak itu langsung dipindahin ruangannya. Jauh dari kami semua, dia jadi di lantai 1. Sedangkan kami para staf berada di lantai 2. Kasian juga sih. Aku berusaha menawarkan bantuan tuk bantu ngangkatin barang-barangnya dari ruanganku (ex-ruangan si mbak), tapi ditolaknya sambil bercucuran airmata. Duh, aku jadi gak enak ati waktu itu. Yah, atasan yang nentuin begitu, emang aku bisa apa sebagai orang baru ? Resikonya yah itu tadi…..beberapa waktu (dalam itungan bulan deh kayaknya) sempat ga dianggap si mbak, dkk. Si mbak disuruh ngajari apa yang harus kukerjakan, tapi info dia kasih sepotong-sepotong. Untuk satu dokumen aja nih, aku harus revisi 3-5 kali. Dan sebanyak jumlah revisi itu pula, aku harus naik-turun tangga ke lt.1 trus ke lt.2 trus ke lt.1 lagi, begitu seterusnya selama beberapa hari di minggu pertama aku bekerja di sini.

Sekretaris si Boss juga orangnya ga asyik, cablak en suka teriak-teriak kalo ngomong. Aku kaget banget kok bisa yah orang kek gitu jadi sekretaris Direksi, ternyata oh ternyata…..ada backingan. Pantesan.

Dari mula kerja langsung lembur, cuy ! Emang gila nih kerjaan, bejibun. Tancep gas. Belajar sendiri tentang seluk-beluk nih pekerjaan, coz si mbak tersebut ga banyak membantu diriku. Aku dibiarkan lepas landas sendiri. Alur pekerjaanku juga sempat dihambatnya, tujuannya supaya Managerku memarahiku (asumsiku, loh). Coz dokumen penunjang pekerjaanku harus si mbak itu yang menyelia. Nah, dia simpan lama-lama deh di tempatnya….baru dikasih ke aku saat udah mepet ma deadline. Aha, Tuhan Maha Adil….Manager malah memarahi si mbak abis-abisan atas keterlambatan dokumen yang sampe ke aku. Yee, makanya jadi orang jangan punya niat ga baik gitu. Tuan makan senjatanya sendiri tuh jadinya (ga mau pake istilah “senjata makan tuan”, udah biasa itu mah). Akhirnya, si mbak itu sekarang malah sohib ma aku.

DYING INSIDE

Sejak 2 tahun terakhir ini, aku mulai jenuh dengan pekerjaanku. Lembur sudah tak ada lagi sejak (hampir) setahun lalu. Proyek yang berkurang, dan rasa engganku untuk lembur. Ngapain juga lembur mati-matian mengerjakan pekerjaan sebaik yang bisa aku selesaikan, jika penilaian manajemen ga ada beda dengan yang nyantai kerjanya. Tak ada promosi. Materialis ? huhu, ini realistis namanya. Kalau perusahaan sukses, memangnya aku dapat apa di luar hakku sebagai pekerja ? Jadi, buat apa aku bertahan di sini kalo karirku mentok….tak ada jenjang karir. Aku sudah 5 tahun bekerja di sini, lalu kulihat yang sudah 10 tahun bekerja di sini….wauw, masih sama seperti waktu masuk dulu. Maaf, usia produktifku tak mau kuhabiskan di tempat yang tidak memungkinkanku tuk melesat maju secara dinamis. I’m dying inside…

Hal lain, aku tergerak tuk menjadi Penulis. Itulah satu solusiku tuk membuat pijakan lain. Jika tiba waktu yang tepat tuk menjadikannya profesi utamaku. Namun, otakku ini produktif merangkai kata & menemukan ide justru di jam kerja, umumnya di pagi hari. Whew, itu kan jam sibuk pekerjaanku. Uugh, sebalnya !!! Ngerasa dikerangkeng nih otak, ga bisa memuntahkan kata-kata yang berseliweran di kepala. Sementara raga terpenjara di kantor. Nasib….

Oya, satu lagi masalah…. Bertambahnya angka usiaku (namun berkurang jatah hidupku di dunia), namun lum dapet jodoh juga. Kalo terus-terusan bekerja di sini, yang ga ada cowok yang bisa digebet + sering lembur ampe malem, yah ga akan dapet jalan keluarnya nih. Semakin dewasa, semakin sempit pula lingkup pergaulan. Ikut komunitas ini-itu, komunitasnya ga langgeng ngadain acara. Usaha gagal mulu…Yah, terima nasib aja deh.

 

TRAGEDI 160210

Agak lebay sepertinya, menyebut kejadian kemarin sebagai tragedi. Tapi, biarlah….coz sikap yang ditunjukkan dia juga lebay, sih.

Di kantor – siang hari menjelang lunch time. Ada yang kehilangan kontrol diri, memarahi kami sekuat-kuat suara yang bisa dikeluarkannya dengan pundak naik -turun yang tak sanggup menahan ledakan amarahnya. Tatapan tajam ditujukan kepada kami, bak seekor singa lapar yang garang. Meradang. Menunjukkan rasa bahwa dia merasa tidak dihargai oleh kami, karena suatu hal yang mengusik kenyamanannya bekerja di ruangnya. Fiuh… Oh Nyonya, sudah lama rasa hormatku padamu luntur, akibat sikapmu yang seringkali tak simpatik. Kini, luluh lantak semua rasa hormatku padamu – habis tak bersisa. Andaikan sedikit lebih lama lagi kau berdiri di sana memarahi kami, aku sanggup berdiri tegak di hadapanmu – berargumen. Aku sudah tak peduli. Kami bekerja bukan kepadamu, tapi pada perusahaan ini. Tak pernah sekali pun orang tuaku marah seperti itu, apa hakmu marah sedemikian rupa ? Aku tak takut padamu, aku juga tak takut jika kau memprovokasi Big Boss untuk mengeluarkanku. Jiwaku bebas…..

Kedudukanmu, hartamu….tak bisa merendahkanku. Aku tak sekaya dirimu, tapi (mungkin) hatiku lebih kaya dari hatimu.

Kejadian kemarin, semakin menguatkan keinginanku tuk segera hengkang dari sini. Aku sudah bosan dengan banyak hal di sini.

 

HAL-HAL YANG KUSUKA DI SINI

Sebenarnya, ada hal-hal yang kusuka di tempat ini :

–       Orang HRD-nya asyik, dia merupakan teman ngobrol yang mengasyikkan. Sikapnya dewasa, sportif, berpikiran terbuka dan obyektif. Sungguh orang yang tepat untuk posisi HRD. Dalam pengamatanku, dia ibarat ibu dalam rumah tangga. Berinisiatif tinggi dan mengayomi. Kalo ga ada dia, aku yakin kantor ini tak senyaman ini. Lebih banyak yang cuek, mementingkan diri sendiri.

–       Suasana kekeluargaan. Yup, berasa banget atmosfir kekeluargaannya. Hal inilah yang mampu meredam rasa ga betahku di sini sejak 2 tahun lalu. Selain, lokasinya yang relatif dekat dengan kediamanku.

–       Presdir-nya baik, bayangin seorang Presdir menyetir mobilnya sendiri dan menawariku pulang nebeng mobilnya karena hari telah malam dan hujan sangat lebat saat itu. Aku kagum dengan sikapnya yang ga arogan – sok kuasa, ga banyak tingkah dibanding petinggi manajemen lainnya.

Akhir kata, aku sedang menanti jawaban atas jabatan dari perusahaan lain. Waktu yang dijanjikan untuk pemberitahuan itu tersisa 3 hari lagi. Aku berharap mendapatkannya. Amin. Jika ya, maka cukup 5 tahun aku di sini.

Happy anniversary to me….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s