Surat kepada Sahabat

Standar

Kepada : Sahabat Terbaik Sedunia

Sahabat,

Entah sejak kapan kita mulai bersahabat, aku tak ingat. Yang pasti persahabatan kita telah terjalin sejak aku kecil. Ayahku lah yang mempertemukan kita. Dialah yang paling sering mengajakmu bertandang ke rumah kami. Dua sampai tiga kali dalam sebulan, Ayah mengajak kau dan teman-temanmu, kalian datang bersepuluh bahkan pernah sampai tiga puluhan kalian datang bersama. Yah, kalian akan datang dalam jumlah yang besar di saat rejeki Ayahku sedang berlebih.

Kau telah bersamaku di saat aku masih terbata mengeja tulisan. Kau bantu aku mengenali abjad dan angka, mengenali warna, wah….pokoknya banyak deh yang sudah kamu bantu. Aku makin seneng sama kamu. Kamu dan teman-temanmu semakin banyak bertandang ke rumahku. Itu artinya sahabatku juga bertambah. Rupa kalian pun beragam, tapi hal itu tidak membuatku membeda-bedakan kalian. Karena kalian semua berarti bagiku. Kalian mempunyai peran masing-masing.

Seiring waktu jumlah kalian semakin bertambah. Karena sekarang aku telah berpenghasilan, maka akulah yang mengajak kalian datang bertandang ke rumah kami, bukan lagi Ayahku. Demikian akrabnya kita, maka tak ada larangan bagi kalian untuk masuk ke dalam kamar tidurku. Bahkan tanpa segan aku dapat menyilahkan kalian berdiam di kamar tidurku, bermalam bahkan menetap sekalipun, sesuka kalian mau. Kita berbagi kamar.

Beberapa dari kalian pandai melucu, mampu menyurutkan tangisku di saat-saat aku bersedih. Kadang menghiburku dengan beberapa puisi. Sebagian lainnya mematangkan emosiku dengan berbagai macam nasehat-nasehat bijak. Dan sebagian lainnya lagi mampu menuturkan kisah-kisah menarik, di mana aku merasa enggan untuk berpisah jadinya. Betapa luas wawasan yang kalian tawarkan kepadaku. Meluaskan cakrawala berpikirku dan mencerdaskanku dengan ragam ilmu yang dapat kukutip dari kalian.

Melalui surat ini ingin kusampaikan pada kalian : betapa setianya kalian menemaniku di malam-malam sepi, menginspirasiku dalam proses kreatifku, tak ada keluh yang kalian ucapkan walau kadang tangisku pecah di hadapan kalian justru buaian dalam kata-kata nan bijak yang kalian berikan, kalian bimbing aku mencapai pencerahan jiwa.

Sungguh indah persahabatan kita. Betapa besar rasa sayangku pada kalian. Wahai Sahabat, berdiamlah selalu di rak-rak buku dalam kamar tidurku. Agar selalu dapat kubaca dirimu. Akan kuhadirkan selalu sahabat-sahabat baru untuk kalian dan juga aku, setiap kali kumendapat gaji bulanan.

Salam sayang selalu untuk Buku—Sahabatku.

Tertanda,

Pecinta Buku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s