Redam Pertengkaran dengan Pelukan

Standar

Setiap pasangan harus mampu mengontrol ego masing-masing untuk meredam konflik.

Pertengkaran pasti terjadi dalam setiap hubungan. Hanya saja kadarnya berbeda-beda. Tergantung bagaimana antar pasangan mampu mengontrol ego masing-masing untuk meredam konflik. Sebab, tak jarang hanya karena masalah kecil, mereka saling menyakiti dengan amarah yang tak terkendali.

Saat bertengkar hebat, Anda dan pasangan biasanya saling menunjukkan ego masing-masing. Dan, pertengkaran tidak akan selesai jika ego yang didahulukan. Jika pertengkaran dibiarkan berlarut-larut, tentu akan berdampak negatif pada hubungan Anda.

Cobalah redam sedikit rasa egois saat pertengkaran terjadi. Tak hanya berdampak positif bagi hubungan, tetapi juga perkembangan jiwa masing-masing. Saat bertengkar adalah saat yang tepat untuk mengukur kemampuan kontrol emosi dan egoisme seseorang.

Meredam ego bukan berarti Anda ‘kalah’. Tetapi lebih pada pengorbanan untuk mempertahankan sebuah hubungan. Ada tiga ungkapan jitu, yang menurut Nancy Dreyfus, seorang konselor perkawinan, bisa digunakan untuk menghentikan pertengkaran hebat dengan pasangan.

– Katakan Kau Mencintaiku
Saat Anda bertengkar hebat atau pasangan berbicara dengan nada tinggi, ambillah selembar kertas. Tuliskan dalam kertas tersebut, “Berbicaralah padaku seperti kau berbicara pada orang yang kau cintai.”

Berikan kertas itu padanya dan jangan mengungkapkan kata-kata yang memancing emosinya. Lebih baik diam dan tunggu responsnya. Pria akan cenderung lebih tenang dan mengerti, saat Anda memberikan pesan mendalam dengan cara yang baik daripada menyindirnya berkali-kali.

– Mungkin Kamu Benar
Kata-kata tersebut sangat dianjurkan oleh Nancy Dreyfus untuk diungkapkan para suami saat bertengkar dengan istrinya dan sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa argumen atau hal apapun yang menjadi penyebab pertengkaran tidak lebih penting dari hubungan yang selama ini dijalani.

– Boleh aku memelukmu?
Saat Anda sudah muak dengan pertengkaran yang terjadi dan ingin berhenti secepatnya, ambillah secarik kertas. Tuliskan pada kertas tersebut, “Aku tidak suka bertengkar lama-lama, bolehkah aku memelukmu saja?” Saat pasangan membacanya, pasti ia akan luluh karena tandanya Anda sudah meredam emosi dan menginginkannya untuk memeluk Anda.

http://kosmo.vivanews.com/news/read/127115-redam_pertengkaran_dengan_pelukan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s