Akhirnya . . . .

Standar

Uhm, kemarin siang sudah dapat kurasa bahwa aku semakin dekat . . . .

Mau tau ?

Beberapa hari lalu, Ibu mulai menceritakan ada seorang pria yang memintaku untuk menjadi istrinya. Usianya 2 tahun lebih tua dariku, lulusan pesantren. Ini adalah kali kedua Ibu membantuku mencarikan calon suami. Tapi Ibu, Anne gak mau . . . . jeritku dalam hati.

Setiap kali pembicaraan dengan tema begini, selalu membuat wajahku mengencang . . . perutku menegang . . . dan ada rasa mulas di perut. Fiuuuhhh . . . hanya mampu menghela napas panjang deh. Mungkin kalo nih kepala made in China, udah soak . . . .berantakan !!

 

 

 

Dan semalam, iyah semalam ! Ibu mengajakku bicara tentang itu lagi. Pasalnya, ibu dan ayah si pria tersebut menemui Ibuku siang hari kemarin. Berniat serius dengan rencana anaknya itu. Dan Ibu bertanya padaku, maukah aku menerimanya ?

Akh, akhirnya . . . tiba juga ! Aku harus membuat keputusan. Duh, rasa itu muncul lagi . . . tubuhku berkeringat, perutku menegang dan mulas. Ya Allah, semoga keputusanku ini tepat. Aku menolak, titik.

Ibu bertanya padaku, “Alasan apa yang Ibu sampaikan ke orangtuanya ?”

“Anne, nggak tau. Pokoknya . . . Anne nggak mau.”

 

 

 

Setelah itu, masih banyak pertanyaan Ibu yang ditujukan padaku. Tentang si Mas S, alasan penolakanku, usiaku, apa yang kucari ? Entahlah, Ibu . . . aku sendiri tak tau. Maaf.

Aku tak mampu membayangkan suatu hubungan yang dibangun tanpa rasa. Tanpa hati. Seperti boneka, mati !!!

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s