Datang dan Pergi

Standar

Di dalam hidup ini, banyak hal yang datang dan pergi. Kesedihan, kegembiraan, teman, sahabat, rekan kerja, dsb. Well, kali ini yang akan pergi adalah atasanku. Tipikal atasan yang baik : humoris, ramah, rendah hati, bijak dan suka mentraktir. Mungkin sulit menemukan atasan seperti dirinya.

Yah, setiap orang mempunyai jalan hidupnya sendiri. Dan beliau telah memilih jalannya, meninggalkan kami di sini.

Farewell party sederhana di sebuah resto seafood berkelas telah kami selenggarakan untuknya. Perjamuan diselingi foto bersama, karaoke serta penyerahan kenang-kenangan. Nampaknya beliau sangat senang menerima hadiah kenangan dari kami. Semoga hadiah-hadiah itu mengingatkannya kepada kami, dan juga kepada Indonesia.

Di saat kami sedang bersantai usai makan sambil mendengarkan teman yang berkaraoke, beliau berkeliling menyalami kami satu-persatu. Ada 6 meja besar yang harus didatanginya. Mejaku berada paling ujung, beliau mendatangi mejaku pertama kali. Sambil menjabat tangan, dia berujar “Jangan nangis, ya . . . .”

Waktu salaman itu sih, memang aku tak ingin nangis, karena suasana nampak ceria. Tapi, justru sekembalinya ke kantor di saat sedang bekerja, baru berasa pengen nangis . . . hiks. Beliau itu Boss yang baik hati, gak kebayang akan digantikan oleh Boss yang lain. Aku merasa beberapa sikapnya mirip ama Bokapku, jadi aku merasa dia seperti Bokapku. Pria dewasa yang bijak dan mengayomi. Rasanya tak ingin kehilangan. Harusnya tunggu Anne resign, baru Boss resign donk ? hahaa… Emangnya, siapa kamu, Ne ?

Yah, semua hal yang berkaitan dengan Bokap selalu membuatku sentimentil. Mendadak melankolis. Nonton film yang berkaitan dengan hubungan Ayah dan anak pun mampu mengaduk-aduk perasaanku. Aku tak mampu membayangkan, jika aku harus berpisah dengannya. Masa kecil dulu pun, aku paling gak tahan ditinggal Bokap ke luar kota. Makanya sering bolos sekolah demi ikut Bokap kerja ke luar kota. Untungnya, prestasi akademikku tak terganggu. Hmm, semua akan menjadi memori indah dalam benak seorang anak akan Ayahnya. Tolong panjangkan usia kedua orangtuaku, ya Allah . . . . Anne belum siap ditinggal pergi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s