(APRIL MOP ?) Bulan Baru : Boss Baru & Royalti Pertama

Standar

 

1 April

 

Ada event apa di hari ini ? Kalo gak salah, April Mop ! Dalam satu hari ini kamu boleh ngisengin orang. Eits, tunggu dulu ! Tapi, itu kan bukan budaya kita . . . gak usah ditirulah, ya . . . ya ? Kalo nanti kita ngisengin orang, trus iseng-iseng kita itu malah berubah menjadi celaka untuk diri orang yang kita isengin atau menjadi celaka untuk diri kita sendiri . . . bagaimana hayo ? Berabe, kan ? Menggali lubang perangkap untuk diri sendiri, tuh.

1 April bagi Anne, hari ini resmi sudah Boss baru menggantikan si Mister baik hati. Huhuhuu, selama dua hari terakhir di bulan Maret—hari-hari terakhir si Mister di Indonesia—Anne sesekali menitikkan air mata di jam kerja, jika mengingat beliau. Bahkan, saat pulang kerja kemarin Anne benar-benar tak bisa menahan tangis Menangis dalam diam—sepanjang perjalanan, saat duduk di angkutan umum menuju rumah. Tanpa isak, hanya air mata yang sesekali mengalir. Untunglah, masih tersisa selembar tissue di dalam tas untuk menghapusnya dari wajahku. Sesampainya di rumah pun, rasa sedih itu belum mau pergi dariku. Kucoba menyibukkan diri dengan banyak membaca.

Kemarin itu . . . begitu jam 4 teng ! Buru-buru pulang, trus mampir ke ruangan si Mister. Pamitan untuk terakhir kali, jabat tangan terakhir, senyuman terakhir dan sepenggal ucapan “Selamat jalan”. Ucapan yang keluar dari mulutku itu sudah bercampur dengan nada kesedihan, niatnya sih pengen ngobrol sedikit dan menanyakan no telepon pribadinya atau email address-nya, tapi aku sudah tak sanggup untuk berada lebih lama lagi di hadapannya. Khawatir air mataku meluncur bebas.

Kesedihan meliputi perasaanku, dan saat kutiba di lantai dasar pun kulihat HRD staff sedang menitikkan air mata. Aku tahu itu, walau ia duduk membelakangiku. Yah, siapa yang takkan merasa kehilangan atas kepergian seorang Boss yang baik hati. Kemarin pun di hari terakhirnya, si Mister masih mentraktir kami sekantor untuk pergi makan siang ke resto seafood. Kami disuruh pesan apa saja yang kami ingin, sampai kenyang pokoknya.

Dalam perjamuan terakhir itu, si Mister banyak berseloroh—inilah salah satu hal yang membuat kami merasa akrab dengannya. Aku pun sempat melemparkan kalimat lucu yang membuat si Mister dan rekan-rekan tertawa terpingkal-pingkal. Senangnya bisa membuat si Mister tertawa sampai begitu, guyonan terakhir. Beliau pun menanyakan masa kerja kami di perusahaan ini, satu-persatu. Ternyata, masa kerjaku hampir sama dengan masa kerjanya, beliau lebih lama 2 bulan dariku.

Oya, ada pesan yang disampaikan si Mister kemarin. Anne tuliskan dengan gaya bahasa Anne sendiri yah, tanpa mengurangi inti yang ingin disampaikan :

“Tak perlulah bersedih saat ditinggal pergi seseorang. Semua ini sudah ada sistemnya. Air pun takkan diam di tempat, dia akan terus mengalir—berpindah. Begitu pula dengan kita, ada kalanya rekan kerja kita resign, Boss kita ganti, pasangan hidup berganti. Semua berubah, itu lumrah.”

Saat kumengetik posting ini, si Mister sedang berada di dalam pesawat menuju pulang ke negaranya. Satu yang menenangkan diriku, kalimat Bokap semalam : “Dia (si Mister) bisa aja ngomong kerja di negaranya sendiri, siapa yang tau kalo dia dapat penawaran yang lebih bagus. Dengan bekerja di perkebunan misalnya, kan dia sudah familiar dengan Indonesia. Apalagi banyak penanam modal asing dari negaranya yang berkecimpung dalam perkebunan kita”. Oh, semoga saja omongan Bokap tidak jauh meleset. Kemungkinan selalu ada. Begitu juga kemungkinan untuk bisa bertemu lagi dengan si Mister, dalam keadaan yang lebih baik—keadaanku dan keadaannya. Semoga, amien.

  

 

 

Sulitnya Mengontrol Emosi Menjelang Menstruasi

 

Hmm, seminggu sebelum M tuh sudah bisa terasa loh ?! Banyak pertanda. PMS, misalnya. Banyak wanita mengalami sindroma pra-menstruasi (PMS). Gejala kram di bagian perut, sakit kepala, emosi yang labil, serta keinginan tertentu (mirip orang hamil yang lagi ngidam, nih. Harus kesampean) sering terjadi menjelang siklus bulanan wanita. Nah, mungkin rasa sedih yang berlebihan menghinggapi perasaanku selama sepekan ini, masih terkait ini nih. Parah deh, rasanya ! Walau sudah terbiasa ngalamin emosi labil di saat-saat begini, tetap aja ngerasa aneh ama diri sendiri setiap kali masa ini tiba.

Ada sedikit info dan tips nih, Anne kutip yak…buat referensi pribadi :

PMS adalah periode puncak yang terjadi selama beberapa hari menjelang menstruasi. Pada masa inilah hormon progesteron meningkat dan memicu gangguan emosi. Wanita menjadi lebih cepat sedih, cemas, dan pemarah.

Namun, tingkat gangguan emosi sangat tergantung dengan faktor lingkungan atau kondisi yang sedang terjadi saat itu. Masa PMS jutru sebaiknya dimanfaatkan untuk mengevaluasi aspek-aspek kehidupan sehari-hari yang jarang diperhatikan. 

Peningkatan progesteron memungkinkan seorang wanita untuk memperhatikan hidupnya secara mendalam serta apa yang dia inginkan. Siklus bulanan memberikan wanita kesempatan untuk merenungkan dan bertukar pikiran tentang keinginan-keinginan terpendam.

Lakukan hal positif berikut saat mengalami gangguan PMS,

1. Menjaga asupan makanan menghindarkan Anda mengacaukan keseimbangan hormon selama PMS. Hindari gula karena akan mengganggu keseimbangan hormon insulin, adrenal dan kinerja hati. Sebaiknya kurangi makanan ‘putih’ atau karbohidrat sederhana seperti beras, tepung beras, pasta, sereal, dan roti.

2. Ungkapkan apa yang dirasakan dalam sebuah jurnal.  Menulis dapat membantu mengetahui apa perubahan yang Anda inginkan. Ketika merasa marah atau emosi serta mengalami gejala kram, rehatlah sejenak.

http://id.news.yahoo.com/viva/20100309/tls-mengontrol-emosi-menjelang-menstruas-34dae5e.html

 

Royalti Pertama

 

Nah, kalo yang satu ini nih hal yang menggembirakan. Semalam teringat sesuatu, langsung ngubek-ngubek lemari nyari surat dari Penerbit bukunya Anne. Yeps, ketemu ! Ada 3 surat. Masing-masing surat mewakili pemberitahuan masa jatuh tempo pembayaran Royalti oleh penerbit atas buku Anne, per 6 bulan yang terhitung dari masa terbit buku untuk kali pertama.

Untuk buku pertama, jatuh tempo di bulan April ini. Buku kedua, jatuh tempo di bulan Mei. Buku ketiga, jatuh tempo di bulan Juli. Masing-masing buku dicetak dalam 5000 eksemplar. Hmm, penasaran pengen tau…..berapa yah yang sudah terjual ? Nilai Rupiah yang Anne dapat tak seberapa, sungguh ! (ini bukan ungkapan tak tahu bersyukur, tapi sebuah kejujuran). Tak perlulah dibeberkan. Setidaknya, sebuah usaha sederhana yang Anne kerjakan dalam masa relatif singkat dalam proses kreatif pembuatan ketiga buku itu, telah mendapat imbalan. ALHAMDULILLAH. Inilah yang disebut : “KESEMPATAN bertemu dengan NASIB BAIK”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s