Kegelisahan Psikologi

Standar

“Itu sangat tragis bagi seseorang yang masih sangat muda untuk bunuh diri. Mereka sepertinya berada dalam komunikasi dengan orang di seluruh tempat di dunia dengan telepon dan internet, tetapi kadang-kadang mereka juga sangat terpencil.”

 

Gempita jejaring sosial, membuat kita terhubung dengan manusia lain di belahan Bumi mana pun. Mendapat teman baru. Menyenangkan, huh ? Kegembiraan semu ! Karena mereka tak benar-benar ada di dekatmu, saat kau ingin berbagi kesedihan dan kegembiraan. Tak sebagaimana layaknya teman dalam kehidupan nyatamu. Sentuhan fisik, hanya sekedar tepukan lembut di bahu pada saat yang tepat. Seulas senyum, yang menguatkanmu. Bahkan, ekspresi wajah yang berempati pun cukup memuaskan perasaan, walau tanpa kata. Kita semua butuh itu. Karena kita manusia—makhluk sosial.

Ada sebuah pepatah, “Teman terbaik saat kau duduk adalah buku”. Aku rasa, duduk adalah sikap tubuh terbanyak yang dilakukan seseorang dalam sehari. Tapi, bagaimana perasaanmu ? Seandainya engkau harus duduk dan membaca buku saja, sebagai aktivitas dominan dalam sehari. Buku-buku bukannya tidak bagus, tapi orang membutuhkan orang lain untuk dekat dengannya. Seseorang akan jadi gila, jika tidak punya seorang pun. Tidak ada bedanya siapa orang itu, selama ia bersamamu. Jika tidak, orang itu akan merasa sangat kesepian dan sakit.

Oke, di zaman modern ini…..buku sudah tak lazim menjadi teman terbaik saat duduk. Ada handphone, smartphone, notebook, netbook, ipod, ipad, dsb. Secanggih apa pun gadget yang Anda miliki, tak dapat menggantikan kehadiran manusia lain dalam hidup Anda.

Mendapatkan teman baru….mungkin mudah, apalagi di dunia maya. Anda hanya perlu menekan tombol add as a friend. Tunggulah….jika orang itu pun berminat, maka Anda akan masuk dalam lingkaran pertemanannya. Itukah arti teman ? Hoho, itu belum pantas disebut berteman. Bahkan, untuk di level terendah dari piramida hubungan—kenalan, belum pantas. Kenapa ? karena yang namanya kenalan, pasti Anda tau biodata standar tentang orang itu, bukan ? Nah, jika tidak tau….apakah pantas disebut sebagai seorang kenalan ? Jadi, benarkah mudah mendapatkan teman baru ?

Sudah saatnya bagi kita untuk kembali mengadakan pesta kecil, ngumpul bareng, nonton bareng, dsb. Tak membiarkan jiwa-jiwa kesepian bergentayangan di jagat maya, mencari kebahagiaan semu. Terjerat pikiran untuk mengakhiri hidup, saat mendapati hidupnya menyedihkan, setelah mengadakan studi banding dengan kehidupan orang lain yang bisa dilongok di situs pertemanan. Foto-foto yang di unggah, status update yang menggambarkan kemewahan dunia dalam genggaman. Seolah sedang membangun mercu suar untuk dirinya, personal branding yang keliru.

Modernitas tak seharusnya membunuh kesejatian manusia sebagai makhluk sosial, yang sangat membutuhkan kehidupan bersosialisasi. Bukannya mengekang, sehingga tak dapat lepas dari : handphone, laptop, dan gadget lainnya. Seakan hidup takkan berlangsung dengan itu semua. Perhatikan sekelilingmu ! Mengobrollah dengan rekan kerjamu, orang-tuamu, saudaramu. Anda takkan tau kegembiraan apa yang akan didapat, bukan ? Tak ada salahnya meluangkan sedikit waktu untuk investasi kebahagiaan Anda.

*Tulisan ini terinspirasi artikel di : http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2010/04/15/brk,20100415-240531,id.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s