Bagaimana Menemukan HARTA KARUN Milik Saya Sendiri ?

Standar

Asal-usul Harta Karun

Umumnya, kita menyebut Harta Karun untuk harta temuan yang ditemukan terpendam dalam tanah, yang diyakini merupakan sisa-sisa harta milik Qarun yang ditelan bumi akibat azab Allah. Siapa Qarun? Apa hubungannya harta karun dengan harta Qarun?

Qarun termasuk kaum Nabi Musa as, berkebangsaan Israel, dan bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy, bangsa Mesir). Qarun dikaruniai harta yang sangat banyak. Bahkan Qarun mempunyai sebuah gudang harta yang sangat besar, sehingga untuk mengangkat kunci gudangnya saja diperlukan puluhan lelaki kuat dan kekar.

Qarun menggunakan hartanya dalam kesesatan dan kezaliman, serta membuatnya sombong. Qarun terlena oleh limpahan harta dan kekayaan, sehingga membuatnya buta dari kebenaran dan tuli atas nasehat. Ketika Qarun diminta untuk bersyukur kepada Allah Swt atas segala nikmat harta kekayaan dan memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat—karena semua itu adalah harta Allah Swt—ia justru menolak.

Akhirnya murka dan siksa Allah menimpanya. Allah membenamkan harta dan rumahnya ke dalam bumi, lalu terbelah dan mengangalah bumi, maka tenggelamlah ia beserta harta yang dimilikinya dengan disaksikan oleh orang-orang Bani Israil.

Kisah Qarun dan hartanya yang dibenamkan ke dalam bumi terus melekat hingga sekarang. Makanya ketika seseorang menemukan harta, seringkali dibilang : “Menemukan harta karun”, yang diyakini merupakan sisa-sisa harta milik Qarun yang ditelan bumi.

Bagaimana Menemukan HARTA KARUN Milik Saya Sendiri ?

 

Sulitkah berburu harta karun ? Selagi Anda memikirkan cara memburunya, saya sampaikan sebuah berita gembira ! Ada H-A-R-T-A  K-A-R-U-N di diri kita. Nggak percaya ? Hitung saja nikmat dan karunia-NYA dalam diri Anda; nikmat sehat jasmani dan rohani…itu pun belum dirinci : sepasang mata untuk melihat, sepasang telinga untuk mendengar, dsb. Dengan nikmat sehat, Anda bisa melakukan apa saja. Ditambah karunia-NYA pada Anda; mungkin Anda dianugerahi bakat seni, kemolekan fisik, dsb.

Anda masih belum bisa menemukan “Harta Karun” milik Anda sendiri ?

Merasa tak berbakat dalam bidang apa pun ?

Jangan risau !

Pertajam detektor harta karun Anda. Lupakan bakat !

Anda hanya butuh tekad baja + ketekunan + do’a.

Saya bukan Psikolog, karena itu saya hanya mampu memberi contoh satu kasus saja (itu pun yang berkaitan dengan pengalaman pribadi). Saya yakin Anda adalah pembaca cerdas, sehingga dapat mencari contoh lainnya yang sesuai dengan diri Anda.

Contoh :

Ada harta karun di dalam diri seorang Penulis.

 

Sedari awal tulisan ini, harta karun yang saya bicarakan bernilai non-materi, bukan ?

Seperti nikmat sehat jasmani dan rohani, atau pun nikmat karunia-NYA.

Sekarang, saya akan membantu Anda melihat harta karun bernilai materi….UANG.

Apakah harta karun yang terdapat di dalam diri seorang Penulis ?

Jawabnya : IDE.

Dengan ide, seorang penulis membuat tulisan. Lalu, tulisan itu harus dipoles dengan kemampuan teknis menulis agar bernilai jual. Jika tulisan sudah jadi, si penulis mengirimkannya ke Penerbit untuk dicetak kemudian diterbitkan dan dipasarkan. Dari itu, si penulis mendapatkan UANG lewat royalti atas tulisannya. Terbukti kan ? bahwa ada harta karun di dalam diri kita.

Lalu, bagaimana jika seseorang ingin menjadi Penulis ? Tapi, dia tak mempunyai bakat dan kemampuan teknis menulis ?

Lupakan bakat !

Ingin menjadi Penulis ? Menulislah !

Dengan menulis apa saja, Anda telah menjadi penulis atas suatu tulisan. Benar kan ?

Pegang teguh tekad Anda yang ingin menjadi Penulis itu, tekunlah menulis….berlatih terus.

Teknis menulis dapat Anda pelajari dari buku, jika Anda mampu….ikuti saja pelatihan menulis.

Tapi, saran saya…dan ini pengalaman pribadi : menulis saja + membaca buku teknis menulis = CUKUP. Hal itu telah mengantarkan saya pada impian menjadi Penulis.

Selamat berburu harta karun !

“Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula).

Subhanallah… alangkah indah jika harta titipan Allah ini dapat kita pergunakan di jalan yang diridhoi-Nya.

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s