(Tips Menulis) Cerita Humor

Standar

Oleh : Ali Muakhir

Beli Telor

Menjelang tengah hari, seorang ibu bergegas mendatangi salah satu kios bahan pokok, di pasar tradisional yang sangat bersih dan nyaman. Ibu tersebut berhenti persis di tengah kios yang lengang. Dia langsung menunjuk telur yang tertumpuk rapih di antara beras dan garam.
“Mas, telornya sekilo berapa?” tanya ibu tersebut kepada seorang laki-laki di dalam kios.
“Telur ayam atau telur bebek?” laki-laki berusia sekitar dua puluh tahunan tersebut balik bertanya.
“Telor ayam.”
“Oh …, telur ayam kampung atau telor ayam biasa?”
“Telor ayam biasa,” si Ibu mulai lebay gaya bicaranya.
“Oh …, yang lokal atau yang import, Bu?”
“Yang lokal saja.”
“Mmm …, lokalnya, mau yang dari Jakarta, Bogor, atau Depok?” duh, pertanyaan laki-laki tersebut membuat manyun si Ibu.
“Yang Jakarta aja, deh,” si Ibu mulai kesal rupanya.
“Mau yang Jakarta Pusat, Barat, Timur, Utara, atau Selatan?”
Grrr! Sebelum menjawab, si Ibu menggerutukan giginya yang sebagian dilapisi emas, “Mas ini jual telur apa mau jalan-jalan?” akhirnya kemarahannya keluar juga.
Laki-laki tersebut terlihat salah tingkah, “Maaf, Bu. Saya penjual mie ayam di sebelah. Kebetulan yang punya kios ini lagi ke belakang. Saya disuruh ngobrol dulu dengan pembeli sampai dia datang,” ujarnya kemudian, tanpa merasa berdosa sama sekali.

Jika membaca cerita di atas, kelihatannya sangat sepele dan terlalu simpel, bukan? Jangan salah, pada saat menemukan ide pasti tidak mudah. Apalagi, jika ditulis sebagai naskah humor. Pasti perlu pemikiran yang lebih. Berikut tips menulis cerita humor yang saya sarikan dari artikel Jurus Nulis Cerita Humor by Firman Sponada: Kompasiana. Mohon petunjuk para senior neh … karena saya sendiri masih belajar.

1). Memanfaatkan sumber kelucuan di sekeliling kita. Ingat, segala sesuatu yang tidak umum biasanya mampu membuat kita tersenyum. Untuk itu, penting sekali penulis cerita humor untuk memperluas pergaulan.
2). Selain dari pergaulan, cerita lucu juga bisa kita peroleh dengan membaca. Tulisan-tulisan humor dapat kita beli dengan murah di toko buku atau browsing internet. Dengan catatan, kita tidak boleh menjiplaknya. Kita boleh memakainya dengan bahasa yang lain, tentu saja yang lebih lucu. Ingat, plagiat adalah dosa besar penulis. Kita dituntut kreatif untuk membikin ulang tulisan lucu tadi menjadi cerita baru yang bahkan lebih kocak.
3). Menjadikan sesuatu yang paradoks, ironi, dan anti-logika menjadi sesuatu yang mengundang tawa. Ini memang bukan pekerjaan mudah, tetapi pasti bisa dilakukan.
4). Akan tetapi, lebih dari 3 tips di atas, kita mesti bijaksana. Jangan sampai tulisan yang kita anggap lucu itu justru norak dan slapstick (dagelan, kasar). Misalnya, humor yang mengeksploitasi seks secara vulgar atau menjadikan cacat fisik sebagai materi lawakan.

Cerita humor, boleh jadi tidak menginspirasi dan tidak penting. Akan tetapi, penulisnya wajib menjamin tulisan itu benar-benar mampu mengundang senyum atau tawa segar pembacanya. 

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s